Kamis, 08 Januari 2015

Pembangunan Renovasi

Pembangunan Renovasi Musholla Al-Fudhola

Pembangunan Renovasi & Pengembangan Musholla Al-Fudhola
Blok F Perumahan Graha Prima Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat  Kode Pos 17517

*** Sekretariat : Blok F No.102 RT.012 RW.016/III Perumahan Graha Prima Desa Mangun Jaya   Kecamatan Tambun Selatan – Kabupaten Bekasi 17517.
Informasi Hp. 0817804963, 081398489892 Bapak Kasan Munawar Ketua Panpel.
Bank Jabar Cabang Cikarang KCP Tambun
No. Rek. 0008814279100 an. Kasan Munawar Panitia Pembangunan
Musholla Al-Fudhola Perumahan Graha Prima Tambun Bekasi.
 
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
VISI DAN MISI
Visi
   Mewujudkan Masjid / Musholla sebagai Pusat peningkatan keimanan dan nilai-nilai Islami serta Pencerahan Intelektual bagi umat Islam
Misi
   Menjadikan Masjid / Musholla sebagai konsep dan trend sarana ibadah masa depan
   Meningkatkan kualitas umat secara terpadu baik dalam hubungannya di masyarakat maupun dengan Allah SWT.
    Wahana pemberdayaan sumber daya umat yang berahlakul karim dan meningkatkan kesejahteraan umat.
Ada Beberapa Hal Yang Perlu Kita Ketahui Agar Kita Selalu Semangat Ibadah :
1. Masjid adalah Baitullah atau Rumah Allah ( QS An-Nur: 36)
Allahpun berfirman " RumahKu dimuka bumi adalah Masjid, para kekasihKu adalah mereka yang memakmurkan rumahKu. Barangsiapa yang ingin berjumpa denganKu hendaklah ia datang ke rumahKu, sungguh wajib bagi tuan rumah menghormati para tamunya. " ( hadis Qudsi)
Karena itulah Adzan bukan panggilan muazin, tapi panggilan Allah Kekasih untuk para kekasihNya.
2. Masjid rumah Rasulullah SAW
Ketika beliau sakit menjelang akhir hayat beliau, tatkala mendengar adzan Bilal, beliau berkata kepada Saidah Aisyah RA, antarkan aku ke rumahku! Saidah Aisyah keheranan dan seraya bertanya " Bukankah ini rumah engkau wahai kekasih Allah? " Rasulullah menjawab, " Tidak rumahku adalah Masjid. "
Kesempatan lainpun beliau bersabda : " Seandainya umatku mengetahui keutamaan shalat berjamaah di Masjid, merangkakpun mereka tetap shalat berjamaah di Masjid ( muttafaqun' alaiha)
3. Masjid/Musholla rumah malaikat-malaikat Allah
Istana saja ada penjaganya apalagi Masjid, para malaikat iu mendo’akan dan mengaminkan do’a mereka yang memakmurkan Masjid ( HR Ahmad) .
4. Masjid/Musholla adalah rumah orang-orang Mukmin
Setiap makhluk ada rumahnya, dan rumah orang beriman adalah masjid. Simak dengan keimanan surat At-Taubah ayat 18 : " Sesungguhnya hanya hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah dan benar-benar beriman kepada hari akhirat, merekalah yang memakmurkan Masjid-Musholla Allah. "
( sumber: media agama Islam)
ALLAH SWT. dan Rasul-nya Muhammad SAW. Memerintahkan Umat Islam di manapun mereka berada agar membangun masjid. Alangkah indah dan bahagianya umat Islam apabila memiliki sarana peribadatan yang memadai keberadaannya.
" Barang siapa berangkat ke atau pulang dari masjid, niscaya Allah menyediakan tempat kediaman di surga setiap ia berangkat atau pulang. " ( HR. Bukhari dan Muslim) .
" Sesungguhnya Masjid yang didirikan atas dasar taqwa ( masjid Quba) , sejak hari pertama adalah lebih patut kamu Shalat di dalamnya terdapat orang-orang yang membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. " ( QS. At - Taubah ( 9) : 108)
" Hanya mereka yang memakmurkan Masjid-Musholla Allah-lah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut ( kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. " ( QS. At-Taubah. 9: 18)
" Dan sesungguhnya Masjid-Musholla adalah milik Allah, maka janganlah engkau menyembah seseorang pun di dalamnya disamping ( menyembah) Allah " ( QS. Al-Jin: 18)
Barangsiapa mendirikan karena Allah sesuatu Masjid/Musholla, niscaya Allah mendirikan untuknya seperti yang ia telah dirikan itu, di dalam Surga”. ( HR. Bukhori dan Muslim)
Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat ? ” ( HR. Muslim no. 7126)
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan ( yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai.
[ Ali Imran, 3: 92]
Perumpamaan ( nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ( ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas ( karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al Baqarah : 261)
" Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh ( manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma´ ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. " ( QS. An-Nisaa' : 114)
Menurut Imam al-Suyuti ( 911 H), bila semua hadis mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu:
1. Ilmu yang bermanfaat,
2. Doa anak shaleh,
3. Sedekah jariyah ( wakaf),
4. Menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan,
5. Mewakafkan buku, kitab atau Alquran,
6. Berjuang dan membela Tanah Air,
7. Bembuat sumur,
8. Membuat irigasi,
9. Membangun tempat penginapan bagi para musafir,
10.      Membangun tempat ibadah dan belajar.
Kesepuluh hal di atas menjadi amal yang pahalanya terus mengalir, karena orang yang masih hidup akan terus mengambil manfaat dari ke-10 hal tersebut. Manfaat yang dirasakan orang yang masih hidup inilah yang menyebabkannya terus mendapatkan pahala walau ia sudah meninggal dunia. Dari pemaparan di atas, sudah seharusnya kita berusaha mengamalkan 10 hal tersebut atau paling tidak mengamalkan salah satunya, agar kita mendapatkan tambahan pahala di akhirat kelak, sehingga timbangan amal kebaikan kita lebih berat dari pada timbangan amal buruk.
Allah SWT berfirman, ” Timbangan pada hari itu ialah kebenaran ( keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. ” ( QS al-A’ raf [ 7] : 8)
Allah SWT. berfirman: Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. ( Al-Baqarah: 110)
Ibnu Abbas r.a. berkata: “ Abu Sufyan pernah memberitahukan sesuatu kepadaku dengan menyebutkan hadits Nabi SAW, yang artinya: Beliau memerintahkan kami mengerjakan shalat, membayar zakat, bersilaturrahmi, dan menjaga kesucian diri. ( HR. Bukhari)
Dari Ibnu Abbas ia berkata bahwa Nabi pernah mengirim Mu’adz ke Yaman seraya berpesan: “Ajaklah mereka bersaksi, bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan sesungguhnya aku (Muhammad) adalah Rasul-Nya. Jika mereka mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka lima perintah shalat pada setiap harinya. Jika mereka mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka untuk membayar zakat pada harta mereka yang diambil dari harta orang-orang kaya diantara mereka dan diserahkan kepada orang-orang miskin diantara mereka.” ( HR. Bukhari dan An-Nasa’i)
Dengan mengharapkan Karunia dan Rahmat ALLAH SWT., serta bertawasul kepada sang Nabi Penutup, Rasulullah SAW., beserta ahli baitnya As., Kami mengetuk hati para Dermawan Muslimin dan Muslimat, untuk turut membantu meringankan beban Pembiayaan Pembangunan Musholla tersebut.
Semoga kemurahan hati para Dermawan mendapat balasan Pahala yang berlipat dari  ALLAH SWT.,
Amin Yaa Robbal 'Alamin.

Terima kasih Jazakumullahu khairon katsiro.

Wassalamu’ alaikum Wr.Wb.




Sabtu, 22 November 2014

Hidup Sehat Itu Indah

HIDUP SEHAT SEPERTI BAGINDA RASULULLAH SAW


1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH

Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjama’ah. Hal ini memberi hikmah yang mendalam antara lain :

- Berlimpah pahala dari Allah SWT

- Kesegaran udara subuh yg bagus untuk kesehatan / terapi penyakit TB

- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.

2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN

Rasulullah SAW selalu sentiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Juma’at beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. "Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman" (HR Muslim).

3. TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN

Sabda Rasulullah SAW : "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum
lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan) " (Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.

4. GEMAR BERJALAN KAKI

Rasulullah SAW selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan lancar.Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

5. TIDAK PEMARAH

Nasihat Rasulullah SAW: "Jangan Marah"diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukkan akikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :

- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka
berbaring
- Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon

- Segeralah berwudhu

- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA

Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT.

7. TAK PERNAH IRI HATI

Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat. “Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat sifat ahmudah.


Pesan Rasululloh SAW Untuk Ummatnya

Kajian Ilmu : Cinta Rasulullah

 "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah solat dan santuni orang-orang lemah di antaramu"
"Ummatii, ummatii, ummatiii?" ("Umatku, umatku, umatku")

Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya

Pagi itu, meskipun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan
petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk syurga bersama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang redup menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Ummar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Uthman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua" desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya didunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.

Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?", Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar
menanti kedatanganmu, "kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi." Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?". "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kataJibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat penghantar wahyu itu. "Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. " Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah sholat dan santuni orang-orang lemah di antaramu"

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" ("Umatku, umatku, umatku") Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wasalim 'alaihi.

sumber : kajian agama Islam